Selasa, 25 Januari 2011

"Legiun Asing Waffen-SS"


Legiun Asing Waffen-SS, Kisah Sukarelawan Asing dalam Tentara Elite Hitler

Pengarang : N. Hidayat
Penerbit : Nilia Pustaka
Cetakan : Pertama, 2007
Halaman : i-v, hal 1-90
Harga : Rp 37.500

Fakta sejarah selalu menyimpan hal-hal mengejutkan, dan butuh penggalian mendalam. Lihat fakta berikut ini. Sepasukan tentara berkebangsaan India pernah menjadi bagian dalam pasukan khusus Nazi, Waffen-SS. Nama pasukan itu, Legion Freies Indien.

Kemudian, ada dua orang Sumatera yang tercatat sebagai sukarelawan asing di pasukan khusus Nazi. Tidak melulu Amerika Serikat dengan Sekutu yang menjadi musuh utama Nazi, karena ada juga tentara asal negeri Paman Sam itu yang menjadi sukarelawan di pasukan khusus itu.

Sederetan fakta ini akan bertambah lagi, jika kita menyimak dengan seksama buku Legiun Asing Waffen-SS, Kisah Sukarelawan Asing dalam Tentara Elite Hitler. Buku ini memang menyajikan sebuah tema yang unik. Tema tentang Hitler dengan ambisinya mendirikan Jerman Raya di Benua Eropa tentu sudah menjadi sebuah kisah milik dunia. Namun, kebesaran yang sempat dibangun Hitler dengan mesin politik Nazi hancur berkeping-keping diserang dari berbagai arah, baik kerapuhan dari dalam maupun gempuran hebat dari musuh-musuhnya. Kepingan kehancuran inilah yang meninggalkan jejak-jejak kejayaan dengan menyajikan berbagai kisah tiada habisnya.

Salah satu data yang belum terungkap bagi publik di Indonesia setidaknya adalah kemampuan Hitler, lewat kaki tangannya pemimpin SS, Himmler, merekrut begitu banyak orang sebagai pasukan khusus sukarelawan. Buku ini hendak mengungkapkan bagaimana pasukan-pasukan dari berbagai bangsa itu menjadi begitu antusias bergabung dengan pasukan khusus Jerman atau Nazi.

Begitu banyak fakta dan data yang hendak diberikan buku ini, namun rasanya kurang diikat oleh jalinan peristiwa yang lebih hidup. Keterlibatan para sukarelawan diungkapkan dengan sangat taktis berbalut unsur politis, namun kurang mengungkapkan detail emosional. Rasanya banyak kisah menarik yang seharusnya bisa diungkapkan lebih dalam.

Bangsa Jerman semasa Hitler berkuasa menganggap diri merekalah sebagai manusia paling sempurna, bangsa lain “cuma numpang” di jagad raya ini. Ego nasionalisme macam inilah yang terus membekap sanubari tentara Jerman, termasuk pasukan khusus Waffen-SS. Pasukan ini juga telah bersumpah setia langsung kepada Hitler: “Saya bersumpah kepadamu Adolf Hitler, sebagai Fuhrer dan Kanselir Reich Jerman”.

Hitler menjadi raja diraja dalam sebuah lingkup kemiliteran. Dan Himmler, menjadi panglima kepercayaan dengan memegang kendali langsung di bawah pengaruh penuh dari Hitler.

Dengan kebanggaan ras macam itu, persoalan dengan sukarelawan yang notabene datang dari bangsa-bangsa lain tinggal menunggu “gong”-nya. Para sukarelawan dalam pasukan khusus menghadapi hal-hal yang tidak terbayangkan saat berniat bergabung, yaitu diskriminasi dari para pejabat militer asal Jerman yang menjadi instruktur mereka dalam pelatihan, atau pun sebagai atasan mereka dalam korps. Pelecehan sebagai bangsa yang lebih rendah dari bangsa Jerman mendera mereka.

Beberapa legiun “ngambek”. Sampai-sampai pimpinan tertinggi pasukan khusus, Himmler, harus membuat aturan keras agar para komandan pasukan asal Jerman lebih menghargai keberadaan sukarelawan. Wajar saja, bagaimana pun para sukarelawan menjadi faktor penting dalam menghitung kekuatan saat berperang. Jumlah orang asing dalam pasukan khusus Waffen-SS pada akhir 1943 jauh lebih besar dari pasukan khusus yang asli Jerman.

Kisah-kisah perbenturan budaya dan ego kebangsaan inilah yang kurang terekspose di buku ini. Buku ini memberi data yang berulang-ulang tentang perbenturan itu, namun menjadi hanya data-data tanpa emosi.
Namun, data-data dan fakta yang tertera di buku ini sangat bisa dijadikan acuan dalam menambah pengetahuan. Setidaknya, kita tidak perlu membongkar-bongkar arsip-arsip nun jauh di Eropa sana, atau membongkar internet untuk melihat data-data ini. Buku yang cukup tipis untuk menghimpun data-data ini bisa dengan mudah memberi informasi yang diinginkan.

Menarik melihat bagaimana setiap bangsa atau suku bangsa menjadi begitu antusias untuk menjadi bagian dari pasukan Nazi. Kemerdekaan. Kata ini selalu menjadi kata manjur untuk menarik minat orang-orang asing itu untuk bergabung.

Latvia bisa jadi contoh. Negeri itu lelah dengan penindasan Soviet saat dianeksasi, dan penyerbuan bangsa Jerman ke Uni Soviet menjadi harapan akan pembebasan. Warga Latvia pun menjadi begitu semangat menjadi anggota pasukan khusus Waffen-SS. Begitu juga yang terjadi di Estonia dan Bosnia.

Sejarah belum banyak mengungkapkan bahwa umat muslim pun sempat bahu-membahu membela panji-panji Nazi, seperti suku bangsa Tatar Crimea dan Turkestan di Asia Tengah, dan Muslim Bosnia di Yugoslavia.
Nazi mampu meyakinkan bangsa-bangsa yang merindukan kebebasan untuk bergabung. Orang-orang asing itu dijanjikan kejayaan, kemerdekaan, namun ujung-ujungnya disuguhi keruntuhan. Kebanyak dari sukarelawan itu mati di tangan Tentara Merah Soviet, atau dianggap pengkhianat di negaranya karena membelot dengan mengusung panji Nazi.

Ini mengingatkan pada pasukan KNIL bentukan Belanda, dengan janji pembentukan negara-negara satelit oleh Kerajaan Belanda. Dan Republik Maluku Selatan termasuk bagian dari janji-janji itu.

Begitu juga saat “saudara tua” Jepang datang dan bercokol selama 3,5 tahun di Indonesia. Jepang sempat dianggap bangsa pembebas dari jajahan Belanda selama 3,5 abad. Ternyata, penindasan dan kesadisan para tentara Jepang ini “nggak ketulungan”. Penindasan lewat syahwat pun berlangsung di masa Jepang, dengan jugun ianfu menjadi lembaran hitam kelam dalam sejarah perempuan Indonesia. (Job Palar) (Dari resensi buku di Sinar Harapan, 27 Oktober 2007)


Order:
Via :sahabatbuku
YM : taro.netz
SMS : 0898 101 101 5
Harga belum termasuk ongkos kirim

Rabu, 11 Agustus 2010

Cara Belanja di web : sahabatbuku.web.id

Berikut cara belanja di web baru kami sahabatbuku
pilih buku yang akan dibeli, kemudian klik add to chart / beli








Bila belanja sudah selesai , klik check out / keluar di pojok kanan atas layar komputer anda







Kemudian isi data diri anda dengan lengkap untuk alamat pengiriman dan penentuan ongkos kirim






halaman informasi, cek sekali lagi alamat anda jika ada perubahan klik tombol update/ubah kalo sudah benar silakan klik continue/lanjut. Anda juga bisa menambahkan pesan di kolom pesan









halaman berikutnya pengiriman, untuk wilayah tertentu kami menawarkan opsi dari beberapa jasa kurir silakan klik untuk kurir yang anda kehendaki dna jangan lupa juga klik di bagian saya setuju dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, kemudian klik lanjut / continue








di halaman ini merupakan pilihan metode pembayaran transfer ke bank, saat ini kami menerima pembayaran via Bank BCA dan Mandiri








kesimpulan pembayaran, jika data sudha benar silakan klik "Saya setuju dengan order saya"









Konfirmasi pembelian, di sini anda sudah selesai melakukan pembelian buku di tempat kami, salinan invoice akan di kirim ke email anda.
Segera lakukan pembayaran sesuai tagihan yg diterima agar proses order anda bisa segera diproses.
Terimakasih

Senin, 05 April 2010

Add Ons di Firefox : Browsing Dengan Free Proxy

Browsing Dengan Free Proxy


Bukan rahasia lagi kalau kita bisa tetap mengakses situs yang terblokir dengan menggunakan Free Proxy. Disamping itu dengan menggunakan proxy kita bisa browsing anonymously, jadi lebih aman. Namun, kekurangan dari penggunaan free proxy ini adalah akses yang semakin lambat. Karena untuk mengakses situs yang di blok harus keliling berputar melewati server proxy tersebut. Banyak sekali free proxy yang berbasis web. Cukup ketik “Free Web Proxy” di google muncul deh ratusan web proxy gratis.

Kalau ingin lebih mudah, sebenarnya kita bisa memakai add on proxy dari browser firefox, yakni PhProxy – InBasic. Kenapa saya bilang lebih mudah? karena untuk mengakses suatu situs kita cukup klik kanan linknya dan pilih open by PhProxy in new tab. Kita tidak perlu mengunjungi situs web proxy terlebih dahulu.

Berikut cara instal dan penggunaan add on Phproxy

Cara Install PhProxy

1. Jalankan browser Firefox
2. Install Add on PhProxy disini
3. Setelah selesai install restart firefox.

Kalau anda berhasil instal PhProxy maka akan muncul icon pada browser status bar seperti gambar di bawah

Free Proxy - Phproxy

Cara Penggunaan PhProxy

1. Untuk membuka suatu link baru, cukup klik kanan dan pilih menu Open by PhProxy in new tab

phproxy- free web proxy
2. Untuk membuka situs baru dari halaman kosong, kita bisa ketikkan alamat situs di address bar JANGAN ENTER dulu, copy alamat teresebut. Kemudian klik kanan icon PhProxy > secure paste and go.
3. Setiap situs yang berhasil di buka dengan Phproxy maka pada alamat situs ada tambahan PH::

phproxy-alamat

Catatan:
Kalau akses ke situs terlalu lambat atau gagal coba ganti server PhProxy nya, klik kanan icon Phproxy > Option > Other available server > pilih server > save new server.

Semoga bermanfaat

Thanks buat mas Alhakim , ijin repost :D

Sabtu, 02 Januari 2010

Membongkar Gurita Cikeas


Buku yang mengundang Kontroversial
dalam wkatu sekejap buku ini menjadi buruan orang.

" Bukankah SBY berkata akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi di negeri ini? "
- Abdurrahman Wahid, (Gus Dur) (Alm), Mantan Presiden Republik Indonesia

"Bahwa korupsidi negeri ini sudah jauh melampaui batas toleransi, tidak ada yang meragukan. tetapi bagaimana melawannya, kita belum menemukan cara yang paling efektif. Aparat penegak hukum dapat menjadikan buku ini sebagai salah satu pintu masuk untuk melihat korupsi yang telah menggurita kemana-mana. Tanpa keberanian luar biasa, akan sangat sulit bagi Indonesia untuk mengucapkan sayonara kepada perbuatan hitam yang bernama korupsi itu."
- Ahmad Syafii Maarif ,
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah

"George Adutjondro tidak pernah lelah memetakan relasi patronase politik dan bisnis di tanah air dari satu rezim ke rezim yang lain. Spirit ini hanya dimiliki oleh mereka yang betul betul memahami bagaimana bahayanya state capture yang menghisap perekonomian kita. Fenomena ini bukan khas Indonesia saja, yang sekarang mungkin juga tidak dalam tingkat predatory corruption di era Soeharto, bisa juga terjadi di negara demokrasi maju sekalipun. Hanya memang harus terus diperangi, dan jangan sampai membangun kleptokrasi, supaya betul-betul sumber daya ekonomi nasional dinikmati oleh rakyat.
- Teten Masduki
Sekjend Transparency International Indonesia (TII)

" Dalam buku ini, George J.Aditjondro kembali membongkar jejaring kolusi, korupsi, dan nepotisme yang melibatkan pembantu, kerabat dna orang dekat Presiden. Menurut saya buku ini justru harus dibaca oleh presiden agar dapat melihat dari sudut pandang lain bagaimana kekuasaan yang ada padanya bisa dengan mudah jatuh ke dalam kubangan korupsi"
- Danang Widoyoko,
Sekretaris Indonesia Corruption Watch (ICW)

Kamis, 05 November 2009

Survey berhadiah buku

Dapatkan hadiah menarik untuk mengikuti survey ini.
Cukup menjawab 8 pertanyaan yang disediakan, dan raih hadiah sebagai berikut:

1. Buku Web Hacking + CD , Karangan : S'to
2. Buku Habibie,Prabowo dan Wiranto bersaksi, pengarang : Tim Kick Andy
3. Diskon tambahan di www.tokobukutaro.com

terimakasih

Rabu, 30 September 2009

The Host : Sang Pengelana

The Host
Sang Pengelana
Stephenie Meyer
Ukuran : 15 x 20 cm
Tebal : 776 halaman


Melanie Stryder menolak dilenyapkan.

Bumi dikuasai musuh tak kasatmata dan manusia dijadikan inang oleh para penguasa ini. Otak mereka diambil alih sementara tubuh mereka meneruskan kehidupannya yang lama, seolah-olah tak ada yang berubah.

Ketika Melanie tertangkap, tubuhnya diberikan kepada Wanderer, sang "jiwa" pengelana yang menjadi penguasa barunya. Wanderer telah diperingatkan mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapinya dengan hidup dalam inang manusia: luapan emosi, perasaan yang melimpah, dan ingatan yang teramat kental. Namun ada satu yang tak pernah dibayangkan Wanderer: penguasa lama tubuh ini---Melanie Stryder---menolak menyerahkan benaknya sepenuhnya.

Wanderer menyelidiki pikiran-pikiran Melanie, berharap mengetahui di mana keberadaan segelintir manusia yang masih bersembunyi. Namun tanpa disadarinya, Melanie malah memenuhi pikiran Wanderer dengan sosok Jared, laki-laki yang dicintainya dan masih hidup dalam persembunyian. Perlahan namun pasti, Wanderer mulai mendambakan dan menginginkan Jared, dan bersama Melanie ia memutuskan untuk memulai perjalanan panjang mencari laki-laki yang sama-sama mereka cintai itu.

ISBN : 978-979-22-4777-0; 40201090042

Kamis, 03 September 2009

Keajaiban Tangan


Sejak diterbitkan pertama kali di Kairo, buku ini terus mengundang minat yang luar biasa di berbagai kalangan. Tema ini tidak pernah tersentuh dan terpikirkan oleh orang lain sebelumnya, dan merupakan sesuatu yang baru. Disusun berdasarkan penelitian, buku ini mudah dipahami dan dilengkapi dengan gambar. Pembaca akan menemukan penjelasan tentang: Mengapa Harus Tangan; Mengapa Alquran Menyebut Tangan: Tangan Allah SWT,Tangan para Malaikat.; Tangan para Nabi; Tangan Rasulullah; Tangan yang Selalu Berselisih dan Berperang; Tangan dalam Perspektif Sunnah; Tangan yang Bekerja Demi Peradaban.

Dibahas pula tentang Tangan dalam Perspektif Medis dan Anatomi: Tulang Tangan, Lipatan Tangan; Istilah-Istilah Membaca Tangan, Rahasia Jari-Jemari Perempuan; Keajaiban Tangan Janin; Keajaiban Sidik Jari; Penamaan Jari-Jemari; Keajaiban Bilangan; Makna Tangan dalam Bahasa Arab dan Penggunaan yang Beredar di Masyarakat; Berbagai Macam Penyakit Tangan Manusia, dan sebagainya.

Simaklah, dan Anda akan mampu menilai diri Anda, seraya takjub atas misteri besar tangan Anda sendiri.